Joko D. Avianto
English / Indonesian only

Both strong concept and manifestation are tangible within his work and his response to benda's space. Using his own distinctive technique, his fabrications effectiverly convert the gallery from empty space to plastic image.
Kekuatan konsep dan manifestasinya dalam berbagai bentuk terlihat pada karya Joko. Berbagai sisi ruang benda direspon dan dibangun dalam suasana yang artistik. Khas dengan perhitungan teknis sehingga obyeknyapun membangunkan citra artistik dalam ruang.

Setelah bingkai kurasi galeri benda menampilkan karya seni kulit Alm. Hendra Prasetya yaitu karya yang menampilkan identitasnya sebagai karya kriya dengan kecenderungan ornamentasi dengan latar gagasan (konsep) - selanjutnya pada pameran ini galeri benda menampilkan Joko Dwi Avianto (25), perupa muda lulusan Fakultas Seni Rupa dan Disain Institut Teknologi Bandung (FSRD ITB) dengan menggunakan materi utama kayu kemudian kawat, rotan, bambu dan tali sebagai material lain dalam karyanya. Karya Joko, ini dipamerkan sebagai satu jenis karya tiga dimensi yang menunjukkan suatu tegangan antara pengolahan medium (kayu mix media) disatu sisi dan gagasan (konsep) sebagai entitas yang tidak terpisah. Pembahasan mengenai karya ini menilik, perkembangan karya-karya yang berujud tiga dimensi. Upaya generalisasi karya tiga dimensi ini tidak terlepas dari frame identitas galeri benda yang mencoba menempatkan dirinya sebagai galeri yang memberi perhatian pada karya-karya berujud tiga dimensi. Disamping itu sekaligus juga menempatkan perkembangan wacana kriya di satu sisi dan wacana seni patung (perupa adalah lulusan jurusan Seni Patung FSRD ITB). Upaya identifikasi kategori ini mempunyai implikasi yang kompleks - oleh karena itu kurasi galeri benda untuk pameran ini adalah melihat karya Joko pertama, adalah referensi untuk membaca kedua wacana - seni patung dan seni kriya, kedua, membingkainya sebagai karya menampakkan diri secara material sebagai karya tiga dimensi. Dalam pameran ini konsep dari sejumlah karya Joko seperti yang dikatakanya adalah berangkat dari pemahaman tentang Astakona. Ia mengatakan bahwa Astakona adalah sebuah simbol segi delapan. Simbol yang terdiri dari delapan suku kata, dua huruf hidup dan empat huruf mati, maka perkaliannya adalah delapan. Pada medium karyanya Ia berkata, " Saya menyebut objek ini kerucut (walaupun bentuk sebenarnya octagonal piramid ). Apapun ragamnya, dibentuk atas kesadaran material, teknis, fungsi ( atau tidak ), makna ( atau tidak ), tetapi tidak juga spontan. Menyusun satu modul dengan bentuk segitiga dengan sudut-sudut tertentu, menjadikan sebuah bangun ruang dengan proporsi sedemikian, tanpa bertujuan memaknai apa arti dari bentuk tersebut. Kerucut seperti yang kita ketahui, merupakan bangun ruang yang melancip dengan alas bangun berupa lingkaran. Justru pada karya ini alas lingkaran diganti dengan segi delapan, seperti lingkaran dengan grafik yang belum sempurna, maka pendekatannya adalah segi delapan." Ia mengutip pendapat Linda Hutcheon (A Theory of Parody, 1985: 87) bahwa berbagai elemen sebuah teks ( termasuk objek seni) dapat disusun melalui dua jalur garis yaitu garis Horizontal dan garis Vertikal , garis Horizontal disini adalah dialog pengarang dengan pembaca potensialnya. Sementara garis vertikal adalah hubungan suatu teks dengan teks-teks lainnya. Dasar acuan ini Ia perlihatkan pada maksud karyanya yaitu bentuk kerucut adalah teks yang Ia sampaikan pada pembaca, kemudian garis vertikal adalah kerucut yang hadir dalam bentuk piramid octagonal. Kurasi Benda pada karya Joko pada akhirnya memperhatikan bagaimana ada sebuah tegangan dalam hal konsepsi dan medium. Dasar dari pandangan ini adalah medium adalah representasi atau pantulan dari konsep. Bagaimana sebenarnya melihat hal ini? Apakah medium harus demikian realiskah dalam menyampaikan gagasan atau konsep? Dalam bahasa visual Joko, nampak bahwa representasi yang Ia buat lebih sebagai upaya simbolisasi. Namun sebaliknya karya-karya Joko juga nampak cermat pada bagian-bagian khusus pada medium karyanya. (dicuplik dari tulisan pengantar kurasi)

@

Press Release ini dipublikasikan oleh : Galeri benda.