@
Kulit
adalah medium yang gampang kita jumpai. Mulai dari atribut fashion
hingga atribut interior. Namun bagaimana kalau medium kulit digunakan
secara khusus yang kemudian diolah untuk tujuan ekpresi? Hendra,
perupa lulusan FSRD ISI Jogyakarta telah membuat sejumlah karya
seni rupa dengan medium pokok kulit. Yaitu dari bahan kulit tersamak
nabati dan limbah industri kulit Ketekunan dan keterampilan tangannya
membuahkan hasil karya yang lain.
Kulit sebagai medium dalam menuangkan ekspresi ditangannya sepintas
seperti suatu kerja ornamentasi akan tetapi lebih dari itu karya
Hendra menampilkan suatu makna-makna simbolik yang mengandung arti.
Hendra mengambil tema Tendangan Sudut" sejumlah karya kulit
ini masing-masing mempunyai makna subyektif senimannya.
Namun ada yang pertama dan berani disini adalah keinginan dari seniman
untuk teguh pada medium kulit. Kesadaran ini adalah pada konteks
kriya seni. Bagi Benda Art Space visi ini penting dan menarik untuk
dikembangkan mengingat upaya discoursing kriya (yang hingga kini
masih dalam perdebatan baik penamaanya atau konsepnya) masih dalam
upaya jatuh bangun. Material lokal, semisal kulit yang diorientasikan
sebagai medium ekspresi memang langka. Hendra memang telah menyiapkan
sudah lama untuk pameran tunggal yang pertama ini, namun 30 Juni
2001 lalu sebuah kecelakaan lalu lintas menimpa Hendra yang berakhir
dengan berpulangnya Hendra pada usia 26 tahun. Untuk itu pembukaan
pameran ini sekaligus adalah peringatan ke 40 harinya.
Press
Release ini dipublikasikan oleh : benda. art space