![]() |
|
|
Malam itu seperti biasa kami kumpul, ngobrol ringan. Di ruang sebelah barat ruang pamer benda. Di lantai depan pintu ruang itu ada sebuah keset-tempat membersihkan alas kaki-sebuah benda yang hampir ada di setiap lantai depan pitu rumah-rumah. Di tengah obrolan itu kami dikejutkan oleh suara yang datangnya dari keset itu, "saya punya pertanyaan untuk kalian", "terkejut sesaat lantas kami menjawab,"pertanyaan apa?"Apa fungsi saya sebenarnya disini?" "Seperti selama ini, buat keset, membersihkan alas sandal, sepatu, atau kaki.""Keset itu diam beberapa saat, bentuknya yang amburadul larena terlalu sering dipakai alas standar motor tiap malam. "Bisa saya mintatolong, ""Ya." Beberapa diantara kami hampir serempak. "Ambil beberapa serabut kelapa yang ada pada saya. "Kami kemudian mengambil beberapa hela, adan setelah itu dia berkata "buatlahsesuat bentuk yang lain tergantung kebiasaan tangan kalian!" Ajaib, sekejap saja kami merasa jenius, menyadari variant yang lahir dari keset serabut kelapa itu. Semakin malam keset yang amburadul itu tambah tak berbentuk, tapi dari-nya lahir vaiant-variant baru yang kami pandangi dengan sedikit takjub. Dialog imajiner kami dengan alas kaki "welcoe" tersebut sekedar ilustrasi untuk mengantar pameran kedua benda, dengan mengucap syukur pada TUhan Y.M.E. atas terselenggaranya pameran Ali Umar. Apa yang menarik dari Ali Umar ini adalah tawaran hasil "rajutannya" yang baru dari pandangannya terhadap realitas yang kompleks diluar dan dari dirinya sendiri. Pada pamerannya ini, Umar juga menggunakan kebiasaan tangannya dalam mengolah medium-medium tanpa membatasi pada sebuah medium yang spesial dan dihadirkannya dalam bentuk karya tiga dimensi.
Selamat untuk Umar! |